Komunikator Sumber Komunikasi


Komunikator  (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
Contoh sederhana ketika kita berada di masjid,kemudian ada seorang lelaki memakai celana jeans, yang sudah lusuh, berambut gondrong dan kusut memakai kalung hitam bersimbol tengkorak, dan berjaket hitam, kemudian lelaki itu melakukan  khotbah, membacakan ayat – ayat suci dengan fasih, maka anda mungkin tidak akan mempercayai apa yang dikatakan orang itu.
Sebaliknya apabila seseorang datang ke rumah anda mengenakan pakaian suster dan menawarkan salah satu produk susu bayi, apa pun yang dikatan perempuan berkostum suster tersebut pasti akan anda percaya sekalipun mungkin barang dagangannya berbahaya bagi bayi anda.
Kedua contoh ini membuktikan bahwa ketika komunikator berkomunikasi, yang berpengaruh bukan saja apa yang ia katakan, tetapi juga penampilan ia sendiri. Terkadang pendengar lebih mementingkan “what he is” ( siapa orang yang berbicara ) daripada “ what he say” ( apa yang ia katakan ).
Aristoteles 1954 menulis  :
Persuasi tercapai karena karakteristik personal pembicara, yang ketika ia berbicara, kita mengganggapnya dapat dipercaya. Kita akan mudah percaya kepada orang – orang baik, daripada orang – orang lain ( yang belum dapat kita kenal dengan baik ).
Aristoteles menyebut karakter komunikator ini dengan sebutan ethos.
Ethos Komunikator berarti “sumber kepercayaan” (source credibility) yang ditunjukkan oleh seorang komunikator atau orator bahwa ia memang pakar dalam bidangnya, sehingga oleh karena seorang ahli, maka ia dapat dipercaya.

Ethos terdiri dari :
- pikiran baik ( good sense )
- akhlak yang baik ( good moral  character )
- maksud yang baik ( good will )
 Dimensi – dimensi Ethos
Ethos yang mempengaruhi efektivitas komunikator terdiri dari:
1. Kredibilitas
2. Atraksi ( daya tarik )
3. Kekuasaan
Sedangkan pengaruh komunikasi kita kepada orang lain berupa 3 hal :
- internalisasi ( internalization )
- identifikasi ( identification )
- ketundukan ( compliance )
Internalisasi
Internalisasi terjadi bila orang menerima pengaruh karena perilaku yang dianjurkan itu sesuai dengan sistem nilai yang dimilikinya. Kita dapat menerima gagasan,pikiran,atau anjuran dari orang lain.
Internalisasi terjadi ketika kita menerima anjuran orang lain atas dasar rasional.
Dimensi ethos yang paling relevan untuk hal ini adalah kredibilitas.
Identifikasi
Identifikasi terjadi bila individu mengambil perilaku yang berasal dari orang atau kelompok lain karena perilaku itu berkaitan dengan hubungan yang mendefinisikan diri secara memuaskan dengan orang atau kelompok.
Identifikasi terjadi ketika anak mencontoh perlaku ayahnya, murid meniru sifat gurunya dan ketika penggemar berpenampilan meniru idolanya.
Dimensi ethos yang paling relevan untuk hal ini adalah atraksi ( daya tarik ).
Ketundukan
Ketundukan terjadi bila individu menerima pengaruh dari orang atau kelompok lain karena ia berharap memperoleh reaksi yang menyenangkan dari orang atau kelompok tersebut.
Dalam ketundukan orang menerima perilaku yang dianjurkan bukan karena mempercayainya, tetapi karena perilaku tersebut membantunya untuk mnghasilkan efek social yang memuaskan.
Dimensi ethos yang paling relevan tentang ketundukan adalah kekuasaan.
Kredibilitas
Adalah seperangkat persepsi komunikate tentang sifat – sifat komunikator. Kredibilitas bergantung pada pelaku persepsi ( komunikate ), topik yang dibahas, dan situasi.
Contoh : Seseorang yang pandai di kelas, akan dipandang baik oleh teman – temannya, tetapi mungkin di hadapan guru, tidak ada apa – apanya.
Kredibilitas tidak ada pada diri komunikator, tetapi terletak pada komunkate.
Contoh : Anda diperkenalkan sebagai orang yang pandai pada permulaan komunikasi. Tetapi ketika berbicara, suara anda patah – patah dan terkesan gerogi, maka kredibilitas anda akan menurun.
Hal ini akan menurunkan kredibilitas orang pada anda.
*      Atraksi ( daya tarik )
Faktor-faktor yang mempengaruhi atraksi interpersonal adalah: daya tarik fisik, ganjaran, kesamaan, dan kemampuan. Kita cenderung menyukai orang yang cantik, mempunyai kesamaan yang sama dan mempunyai kemampuan yang tinggi dari kita. Pada bagian ini, kita membahas faktor atraksi fisik dan hubungan efektivitas komunikasi yaitu mengubah sikap dan perilaku.
Atraksi fisik menyebabkan komunikator menarik, dan karena menarik ia memiliki daya persuasif, tapi tertarik karena ada kesamaan diantara kita.
Contoh : ketika ada seseorang yang cantik, secara tidak langsung pasti kita akan mendekatinya. Lalu kita selalu berfikir, bahwa orang cantik besar kemungkinannya untuk menjadi komunikator yang efektif.
Komunikator dipersepsi memiliki kesamaan dengan komunikate cenderung berkomunikasi lebih efektif:
1.      Kesamaan mempermudah proses penyandibalikan (proses menerjemahkan lambing-lambang yang diterima menjadi gagasan-gagasan).
2.      Kesamaan membantu membangun premis yang sama dalam proses deduktif. Bila kesamaan disposisional dengan topic persuasive, orang akan terpengaruh oleh komunikator.
3.      Kesamaan menyebabkan komunikate tertarik pada komunikator.
4.      Kesamaan menumbuhkan rasa hormat dan percaya pada komunikator.
Dapat disimpulkan bahwa pada umumnya komunikator yang memiliki daya tarik akan lebih efektif daripada komunikator yang tidak menarik, kecuali bila dia mengemukakan argument yang bertentangan dengan kepentingannnya.
Kekuasaan
Adalah kemampuan menimbulkan kedudukan. Kedudukan timbul dari interaksi antara komunikator dan komunikate. Kekuasaan menyebabkan seorang komunikator dapat memaksakan kehendaknya kedapa orang lain, karena ia memiliki sumber daya yang sangat penting
Menurut French dan Reven, kekuasaan dibagi menjadi 5 :
-          Kekuasaan Koersif (coersive power), menunjukkan kemampuan komunikator untuk mendatangkan ganjaran dan hukuman pada komunikan.
Ganjaran dan hukuman dapat bersifat personal (misalnya benci atau kasih sayang) juga dapat bersifat impersonal (kenaikan pangkat atau pemecatan, termasuk perkataan dosen yang akan tidak meluluskan mahasiswa kalau mengumpulkan tugas terlambat).
-          Kekuasaan keahlian (expert power), berasal dari pengetahuan, pengalaman, keterampilan, atau kemampuan yang dimiliki komunikator. Misal dosen dituruti oleh mahasiswa `untuk menafsirkan suatu teori.
-          Kekuasaan informasional (informational power), berasal dari isi komunikasi tertentu atau pengetahuan baru yang dimiliki komunikator. Misal ahli komputer dapat diterima sarannya untuk pengadaan kumputer di suatu instansi.
-          Kekuasaan rujukan (reference power), disini komunikan menjadikan komunikator sebagai kerangka rujukan untuk menilai dirinya apabila komunikator berhasil menanamkan kekaguman sehingga diteladani perilakunya. Contoh perilaku Nabi diikuti ummatnya.

-          Kekuasaan legal (legitimate power), ini sama dengan otoritas legal rasional, seperti dibahas di muka. penelitian psikologis tentang penggunaan kekuasaan menunjukkan bahwa orang memilih jenis kekuasaan yang dimilikinya tidak secara rasional. Hasil penelitian Heilman & Garner menunjukkan : Komunikan akan lebih baik diyakinkan untuk melakukan perilaku yang tidak disukai dengan dijadikan ganjaran dari pada diancam dengan hukuman. Ancaman yang kuat malah menimbulkan bumerang akan jadi melawan.
Selanjutnya hasil penelitian Kipnis menunjukkan bahwa :
Kekuasan informasional sering kali digunakan bila komunikator memandang prestasi komunikan yang kurang baik disebabkan oleh kurangnya motivasi.Bila atasan melihat prestasi bawahan jelek karena kemampuannya jelek, maka akan menggunakan keahliannya.

Sedangkan hasil penelitian Goodstadt & Hjelle menunjukkan bahwa :
Kekuasan koersif umumnya digunakan bila komunikator menganggap komunikan tidak melakukan anjuran dengan baik karena bersikap negatif atau mempunyai kecenderungan melawan.
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s