Asas Demokrasi dalam Bela Negara


Berdasarkan UUD 1945 Pasal 27 ayat 3 menyatakan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Hal ini menunjukkan adanya asas demokrasi dalam pembelaan negara yang mencakup dua arti, yaitu :
1.    Setiap warga negara turut serta dalam menentukan kebijakan tentang pembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan perundang-undangan yang berlaku.
2.    Setiap warga negara harus turut serta dalam setiap usaha pembelaan negara, sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.

III. Asas Motivasi dalam Bela Negara
Beberapa dasar pemikiran yang dapat dijadikan sebagai bahan motivasi setiap warga negara untuk ikut serta membela negara Indonesia, antara lain :
·      Pengalaman sejarah perjuangan RI.
·      Kedudukan wilayah geografis Nusantara yang strategis.
·      Keadaan penduduk (demografis) yang besar.
·      Kekayaan sumber daya alam.
·      Perkembangan dan kemajuan IPTEKS di bidang persenjataan dan militer.
·      Kemungkinan timbulnya bencana perang.
IV. Implementasi Bela Negara
     Menurut Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 sebagai pengganti Undang-Undang No. 20 Tahun 1982 ditegaskan bahwa upaya warga negara dalam keikutsertaan membela negara diwujudkan dalam bentuk, antara lain sebagai berikut :
a.     Pendidikan Kewarganegaraan
                        Pendidikan kewarganegaraan bertujuan memupuk jiwa dan semangat patriotik, rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, kesetiakawanan sosial, kesadaran pada sejarah bangsa, dan sikap menghargai jasa para pahlawan. Melalui pendidikan kewarganegaraan, setiap warga negara mampu memahami, menganalisis, dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa, dan negara secara berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan sejarah nasional. Hal tersebut sesuai dengan misi dari pendidikan kewarganegaraan, yaitu membentuk warga negara yang baik (to be good citizenship).
b.    Pelatihan Dasar Kemiliteran secara Wajib
                        Pelatihan dasar kemiliteran bertujuan membentuk sikap dan jiwa patriotisme. Contohnya adalah Resimen Mahasiswa (Menwa), Pramuka, Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan organisasi siswa atau masyarakat lainnya.
c. Pengabdian sebagai Prajurit TNI secara sukarela atau wajib
                        Dalam UUD 1945 Pasal 30 ayat 2 dinyatakan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Maksudnya bahwa usaha pertahanan negara tidak hanya kewajiban TNI dan Polri melainkan kewajiban seluruh komponen bangsa.
d. Pengabdian Sesuai dengan Profesi
                        Usaha dalam bela negara bisa saja dilakukan oleh siapa pun. Artinya, profesi apapun bisa ikut serta dalam usaha bela negara. Contohnya, kita sebagai mahasiswa. Pengabdian yang dapat dilakukan adalah berprestasi, baik di lingkungan kampus/universitas maupun di masyarakat.
                        Upaya bela negara dan pertahanan keamanan negara ditujukan mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai mem bahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Bentuk ancaman ada dua, yaitu ancaman militer dan nonmiliter. Menurut Undang-Undang No. 3 Tahun 2002, ancaman militer adalah sebagai berikut:
a.       Agresi oleh negara lain dengan kekuatan senjata.
b.      Pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh negara lain, baik menggunakan kapal maupun pesawat nonkomersil.
c.       Spionase yang dilakukan negara lain untuk mencari dan mendapatkan rahasia militer.
d.      Sabotase untuk merusak instalasi militer dan objek vital nasional.
e.       Aksi teror bersenjata yang dilakukan jaringan terorisme inter nasional atau bekerja sama dengan terorisme dalam negeri.
f.       Pemberontakan bersenjata.
g.      Perang saudara antara kelompok bersenjata dan kelompok bersenjata lainnya.
                        Ancaman militer tersebut dihadapi oleh TNI sebagai kekuatan utama, sedangkan ancaman nonmiliter unsur utamanya adalah lembaga pemerintah di luar lembaga pertahanan sesuai dengan sifat dan bentuk ancaman.
                        Dilihat dari sifatnya, ancaman terhadap bangsa dan negara ada dua, yaitu ancaman tradisional dan nontradisional.
a. Ancaman Tradisional
        Ancaman tradisional dapat berbentuk kekuatan militer negara lain berupa agresi atau invasi yang membahayakan keutuhan bangsa dan negara.
b. Ancaman Nontradisional
                        Ancaman nontradisional dilakukan oleh oknum atau perseorangan berupa aksi teror, perompakan, pembajakan, penyelundupan, imigrasi gelap, perdagangan narkotika, penangkapan ikan secara ilegal, serta pencurian kayu (illegal logging).
                        Oleh karena itu, setiap warga negara tanpa kecuali sesuai kedudukannya memiliki hak dan kewajiban untuk turut serta dalam upaya bela negara. Misalnya, siswa dan mahasiswa mengikuti upaya bela negara melalui pendidikan kewarganegaraan. Selain itu, TNI, Polri, dan masyarakat sipil secara bersama-sama menghadapi ancaman sesuai dengan keahliannya.
V. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN)
     PPBN berkembang berdasarkan situasi yang dihadapi oleh penyelenggaraan kekuasaan. Oleh karena itu, PPBN di Indonesia terbagi dalam periode-periode sebagai berikut :
1.      Periode 1945-1965 disebut periode lama atau orde lama. Periode ini menghadapi ancaman fisik berupa pemberontakan dari dalam maupun ancaman fisik dari luar oleh tentara sekutu, tentara kolonial Belanda dan tentara dai nipon.
2.      Periode 1965-1998 disebut periode baru atau orde baru.
3.      Periode 1998 sampai sekarang disebut periode reformasi atau orde reformasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s