Indera Peraba


Indera peraba bukanlah indera tunggal tetapi sekurang – kurangnya terdiri dari empat, yaitu peraba, rasa sakit, panas dan dingin. Semua sensasi kulit lain yang biasa di ungkapkan biasanya adalah gatal, nyeri, dan geli. Para ahli menemukan sebuah struktur diperkirakan sebagai reseptor khusus, namun pada penelitian selanjutnya tidak dapat memperkuat pendapat tersebut. Ketika penyidik menemukan titik – titik tersebut pada kulit mereka sendiri. Terbukti tidak ada korelasi yang tepat antara macam sensasi yang di alami dengan macam struktur ujung syaraf. Hanya dua hal yang dapat dinyatakan dengan tikat kepastian :
1. Serabut syaraf pada dasar kantung rambut bertindak sebagai reseptor untuk peradaban / tekanan ringan(tetapi syaraf-syaraf ini bukanlah merupakan satu-satunya reseptor untuk sensasi, sebab bibir yang tidak berambut sangat peka terhadap tekanan/peradaban.
2. Ujung syaraf bebas yang berakhir di epidermis terlibat dalam resepsi rasa    sakit.
 Indra peraba menerima perangsang tekanan atau suhu. Penginderaan terdapat pada seluruh tubuh kecuali rambut, kuku, dan gigi. Kulit manusia terdiri atas epidermis dan dermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.


Struktur Kulit
Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan Malpighi. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati, yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel baru. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, menggantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit.
Dermis
Lapisan ini mengandung pembuluh darah, akar rambut, ujung saraf, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. Banyaknya keringat yang dikeluarkan dapat mencapai 2.000 ml setiap hari, tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Keringat mengandung air, garam, dan urea. Fungsi lain sebagai alat ekskresi adalah sebagai organ penerima rangsangan, pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, dan bibit penyakit, serta untuk pengaturan suhu tubuh.
Pada suhu lingkungan tinggi (panas), kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di kulit melebar. Melebarnya pembuluh kapiler akan memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan kulit dengan cara penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan kulit turun sehingga kita tidak merasakan panas lagi. Sebaliknya, saat suhu lingkungan rendah, kelenjar keringat tidak aktif dan pembuluh kapiler di kulit menyempit. Pada keadaan ini darah tidak membuang sisa metabolisme dan air, akibatnya penguapan sangat berkurang, sehingga suhu tubuh tetap dan tubuh tidak mengalami kendinginan. Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotalamus
Fungsi Kulit
  • Sebagai alat ekskresi berupa kelenjar keringat.
  • Sebagai alat peraba.
  • Sebagai pelindung organ dibawahnya.
  • Tempat dibuatnya Vit D dengan bantuan sinar matahari.
Contoh dari vitamin D : susu, keju, kuning telur, margarine, ikan laut,.
  • Pengatur suhu tubuh.
  • Tempat menimbun lemak.
DAFTAR PUSTAKA
ELISABETH CHRISTIANA, S.Pd.,M.Pd
Sobur Alex,Drs,M.Si,,Psikologi Umum,Pustaka Setia,Bandung,2009
L.Atkinson,Rita,Pengantar Psikologi,Penerbit Erlangga,Jakarta,2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s