Ketahanan Nasional


Konsepsi ketahanan nasional pada dasarnya adalah studi tentang hakikat K.4 (kemampuan,kekuatan,keuletan,dan ketangguhan) dan ATHG(ancaman,tantangan,hambatan,dan gangguan) yang menjadi perangkat hidup manusia baik sebagai individu,kelompok,masyarakat,maupun sebagai bangsa. Ketahanan nasional di tentukan oleh fungsi,urgensi,dan kuat atau lemahnya K.4 dalam menurunkan ATHG.
Pembinanaan K.4 dan bkeberhasilan dalam menekan ATHG akan memantapkan kondisi ketahanan nasional namun jika terjadi kegagalan maka kondisi ketahan nasional dapat melemah dan menurun sesuai dengan kuatnya pengaruh ATHG . keberhasilan  bangsa Indonesia dalam mengimplementasikan kewaspadaan nasional untuk menghadapi dan mengatasi setiap bentuk ATHG,gejolak,peristiwa,dan memburuknya berbagai aspek kehidupan akan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa sehingga secara simultan bangsa Indonesia mampu melaksanakan pembangunan nasional di segala bidang. Ini berarti bahwa prasyarat yang di perlukan untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional adalah ketahanan Nasional yang mantap.


1. Pengertian dasar ketahanan nasional.

Proses gagasan tentang ketahanan nasional di Indonesia baru di mulai pada tahun 1962. Lembaga yang bertugas mengkaji dan mengembangkan ketahanan nasional di sebut dengan LEMBAGA PERTAHANAN NASIONAL atau LEMHANAS.
Tugas awal LEMHANAS :
Mensosialisasikan lemhanas ke dalam masyarakat.
Menyempurnakan konsep dan substansi ketahanan nasional secara ilmiah.
Mengkaji permasalahan yang di hadapi bangsa dan negarasecara komprehensif integral
Menyeleksi dan menyiapkan kader pemimpin bangsa yang sesuai dengan kebutuhan.


Berdasarkan latar belakang definisi ketahahanan nasional mengalami perubahan yang berarti, yaitu :
a. Konsep Lemhanas tahun 1968 : ketahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan tubuh kita dalam menghadapi segala kekuatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan Negara.
b. Konsepsi Lemhanas tahun 1969 : ketahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala maca, ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan Negara.
c. Konsepsi Lemhanas tahun 1972 sampai sekarang : ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi  dan mengatasi segala ancaman,tantangan,hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung, yang membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar cita-cita dan tujuan nasionalnya.


2. Hakikat ketahanan nasional.
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia yang di gariskan oleh lemhanas pada hakikatnya adalah konsepsi tentang pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam segenap aspek kehidupan nasional secara utuh menyeluruh dan terpadu , dengan berdasarkan pancasila dan UUD 1945 serta berpedoman pada wawasan nusantara.

Tujuan nasional pada hakikatnya terdapat 2tujuan, yaitu :
Tujuan minimal : menjaga , mempertahankan dan menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara selama mungkin.
Tujuan maksimal : sebagai wahana untuk menuju kejayaan bangsa dan Negara. 
Maka berdasarkan tujuan minimal dan maksimal,Hakikat ketahanan nasional adalah “ KEMAMPUAN DAN KETANGGUHAN BANGSA INDONESIA UNTUK MENJAMIN KELANGSUNGAN HIDUPNYA MENUJU KEJAYAAN BANGSA DAN NEGARA”
Penyelenggaraan ketahanan nasional Indonesia di lakukan melalui pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
Pendekatan kesejahteraan : di gunakan untuk mewujudkan kemakmuran yang adil dan merata baik jasmaniah maupun rokhaniah.
Pendekatan keamanan : di gunakan untuk melindungi keberadaan dan  nilai – nilai nasional bangsa Indonesia dari segala bentuk ATHG baik dari dalam maupun luar negeri.
Penerapan pendekatan kesejahteraan dan  pendekatan keamanan harus di lakukan secara bersamaan. 
Peranan setiap gatra terhadap pendekatan kesejahteraan dan  pendekatan keamanan dapat berwujud sebagai berikut :
Peranan setiap gatra sama besarnya baik untuk pendekatan kesejahteraan maupun pendekatan keamanan.
Peranan setiap gatra lebih besar untuk pendekatan kesejahteraan daripada pendekatan keamanan
Peranan setiap gatra lebih besar untuk pendekatan keamanan daripada pendekatan kesejahteraan
Oleh karena itu setiap gatra memiliki hubungan langsung dengan terciptanya nilai-nilai kesejahteraan dan keamanan maka untuk mewujudkan kondisi ketahanan nasional yang mantab maka nilai-nilai kesejahteraan dan keamanan serta peranan setiap gatra harus di evaluasi secara terus menerus baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

3. Fungsi ketahanan Nasional.
Fungsi ketahanan nasional dalam mewujudkan cita – cita dan tujuan nasional :
a. Sebagai doktrin nasional : kebulatan ajaran atau consensus bangsa Indonesia dalam mengimplementasikan falsafah pancasila, UUD 1945, dan wawasan nusantara dan menjadi landasan pola piker , pola sikap , pola tingkah laku pembangunan yang bersifat intersektoral dan multidimensional.
b. Sebagai pola dasar pembangunan nasional : yaitu sebagai pedoman dan arah dalam menyusun setiap progam pembangunan baik dalam APBN,GBHN maupun rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang.
c. Sebagai system nasional : yaitu pola kehidupan bangsa Indonesia yang bersendi dan berazas pencasila dan UUD ’45 dalam melaksanakan perjuangan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional serta aspirasi bangsa yang merdeka dan berdaulat.


4. Sifat – sifat ketahanan nasional.

Meliputi :
Manunggal : ketahanan nasional merupakan pengintegrasian setiap aspek kehidupan nasional (astagatra) secara utuh dan bulat serta selaras dan serasi
Dinamis : kondisi ketahanan nasional bergerak setiap waktu sesuai dengan imbangan antara k.4 dan ATHG
Mawas ke dalam : dalam arti ketahanan nasional di tujukan untuk bangsa dan Negara sendiri, namun harus di hindarkan prinsip nasionalisme sempit 
Berkewibwaan : kondisi ketahanan nasional yangb mantab secara otomatis akan memancarkan kewibawaan nasional yang di perhitungkan dengan bangsa lain.
Tidak membenarkan sikap adu kekuatan dan adu kekuasaan : bahwa bangsa Indonesia tidak mengembangkan sikap ekspansionisme bangsa-bangsa ,agresi ke Negara lain atau melibatkan diri dalam konflik antar Negara , melainkan justru menggalang kerja sama dengan bangsa-bangsa lain untuk menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia yang berdasar pada kemerdekaan , kedaulatan dan keadilan.
Percaya pada diri sendiri : bahwa bangsa percaya, yakin dan mampu untuk mengurus rumah tangganya sendiri tanpa bergantung pada pihak lain.


5. Konsep dasar ketahanan nasional.
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia pada dasarnya adalah konsepsi tentang pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam segenap aspek kehidupan nasional melalui pemanfaatan,kerja sama dan pemberdayaan lingkungan.pembidangan aspek kehidupan nasional di rumuskan dengan metode ASTAGATRA.yang terdiri dari aspek alamiah dan social,




Aspek alamiah (Trigatra),meliputi :

a. Posisi dan lokasi geografi Indonesia (SI) :
karakteristik wilayahnya yaitu Negara,Negara pulau,Negara kepulauan. Pengaruh posisi lo0kasi geografi Indonesia yaitu kedalam menampakkan bahwa wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat serta manunggal dengan segenap isinya, dan keluar Indonesia terletak pada posisi silang yang merupakan asset bangsa yang tak ternilai harganya namun mengandung sumber bahaya yang dapat terjadi setiap saat.

b. Keadaan dan kekayaan alam (KAYA) :
Kekayaan alam adalah segala potensi dan sumber alam,baik hayati dan non hayatiyang terdapat di bumi,air/laut dan udara di seluruh wilayah kekuasaan/yurisdiksi Indonesia. Prinsip dan pola pemberdayaan kekayaan alam di dasarkan :
Azas maksimal : azas pengelolahan dan pemanfaatan kekayaan alam untuk menghasilkan manfaat yang optimal/terbesar bagi kepentingan pembangunan nasional dan kesejahteraan daerah.
Azas lestari : kebijakan pengelolahan sumber dan kekayaan alam untuk mempertahankan keberadaan kekayaan alam tersebut selama mungkin agar generasi penerus juga menikmati kekayaan yang ada sekarang ini.
Azas daya asing : untuk menghasilkan devisa Negara atau pendapatan Negara untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Negara lain. 

c. Keadaan dan kemampuan penduduk (MAMPU)
Bidang kependudukan dapat di pandang dari tiga sisi yaitu jumlah , komposisi , dan sebaran penduduk. jumlah penduduk di pengaruhi oleh kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan migrasi.komposisi penduduk adalah tata susunan penduduk baik dari segi umur, jenis kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan maupun pekerjaan utama yang ada dalam masyarakat Indonesia . keseimbangan komposisi penduduk akan berpengaruh terhadap kondisi ketahanan nasional secara keseluruhan, sehingga bila salah satu atau beberapa unsur keseimbangan terganggu maka sangat rentan terhadap timbulnya berbagai macam konflik yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Persoalan yang di hadapi bangsa Indonesia adalah penyebaran penduduk yang tidak merata dan kecenderungan migrasi penduduk ke pusat-pusat pertumbuhan seperti ekonomi,pendidikan dan industry sehingga timbul ketimpangan antar daerah  

Aspek social (pancagatra), meliputi :

a. Ideologoi (I)
Ideology merupakan landasan falsafah,pandangan hidup dan sekaligus menjadi dasar ,cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia telah sepakat untuk menjadikan pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum,landasan falsafah,pandangan hidup,jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia yang memberikan corak dan cirri khas yang sarwa Indonesia. 

b. Politik (POL)
Politik dalam negeri di arahkan untuk memantabkan pelaksanaan demokrasi,persatuan dan kesatuan bangsa,keutuhan wilayah dan bagaimana mekanisme kehidupan politik dapat dilaksanakan dengan secara transaparan,bertanggung jawab, adil dan berkelanjutan.
kehidupan politik mencakup bidang-bidang:
Struktur dan kebudayaan politik 
Proses politik
Golongan penekan
Golongan yang suka menarik keuntungan
Golongan tidak puas

Fungsi politik :
Pengambilan keputusan : dalam hal ini perbedan pendapat adalah hal yang biasa dengan demikian mufakat sangat di perlukan dengan pengambilan keputusan melalui votting
Penyesuaian : fungsinya untuk menyelesaikan masalah yangh muncul ke permukaan dengan mendasarkan pada azas musyawarah-mufakat dan tetap berpegang pada pancasila dan UUD 1945.
Pencapaian tujuan : pencapaian tujuan Negara terdapat pada alinea IV pembukaan UUD ’45 dan harus di landasi oleh landasan idiil (pancasila), landasan konstituonal (UUD ‘45), landasan operasional (wasantara)
Integrasi.

Fungsi politik dalam negeri :
Mempertahankan pola 
Pengaturan dan penyelesaian ketegangan

Fungsi politik luar negeri
sebagai salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan dunia,di samping itu sebagai proyeksi kepentingan nasional. 

c. Ekonomi (EK)
Aspek ekonomi dalam kontak ketahanan nasional Indonesia yaitu ekonomi kemasyarakatan dan struktur dan komposisi perekonomian nasional yang terdiri dari struktur dan distribusi pendapatan nasional dan partisipasi memprodusir.

d. Social budaya (SOSBUD)
Di perlukan pembangunan kehidupan social budaya yang terarah , sasaran yang di capai adalah terbinanya mutu manusia dan bangsa Indonesia, sebagai sumber dan dasar kehidupan social budaya bangsa baik dalam kadar sikap mental, kondisi fisik maupun kecerdasan. 

e. Pertahanan keamanan (HANKAM)
Factor-faktor yang mempengaruhi terhadap ketahanan nasional bidan hankam :
Sifat dan kondisi geografi Indonesia
Situasi dan kondisi internasional
Perkembangan iptek
Masalah keterbatasan sumber daya alam dan ketidak pastian masa depan
Kepemimpinan dan pengelolahan (manajemen).

Politik hankamas antara lain :
Defentif aktif : menangkal dan menghalau ancaman-ancaman
Preventif aktif : mencegah agar tidak terjadinya ancaman
Bebas dan aktif : yang di kembangkan sesuai dengan kemanusiaan dan perdamaian bagi seluruh umat manusia.



6. Hubungan antara Trigatra dengan Pancagatra.

Trigatra dan pancagatra adalah satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan . kelemahan salah satu gatra dapat berdampak pada gatra lainya. dan kekuatan salah satu gatra dapat berdampak pada gatra lainya. Antara trigatra dan pancagtra serta antara gatra itu sendiri terdapat hubungan yang erat, yang umumnya di namakan interrelasi dan interdependensi.


7. Pembinaan tingkat ketahanan nasional

Ketahanan mempunyai arti sempit dan statis yaitu daya lenting, sedang dalam arti luas dan dinamis adalah ketahanan pribadi yang di kembangkan secara bertahap menjadi ketahanan nasional.
Ketahanan nasional pribadi manusia Indonesia harus mencerminkan kepribadian pancasila yang berintikan :
Percaya pada diri sendiri
Bebas dan rasa ketergantungan
Memiliki jiwa dinamis kreatif
Pantang menyerah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s