Model dan Rancangan evaluasi program


  1. Goal Orieted evaluation (Tyler)
Suatu model evaluasi berorientasi tujuan
Pencapaian tujuan pendidikan
  1. Indikator ditunjukkan pada prestasi belajar siswa, kinerja guru, efektifitas pembelajaran
  2. Hasil pengukuran dibandingkan dg tujuan yg telah ditentukan sebelum dilaksanakan program
  3. Hasil pengukuran menggambarkan berhasil atau tidaknya program
  4. Evaluasi berdasrkan tujuan melihat pncapaian tujuan yang akan dievaluasi dengan criteria/standar
  1. Goal –Free evaluation (Michal Scriven)
Adalah evaluasi yang tidak didasrkan pada tujuan yang ingin dicapai dari program tujuan dari program kegiatan. Hal yang penting bagi konsumen adalah prilaku bagus yang dapat ditampilkan oleh setiap personal yang mengikuti program kegiatan / barang yang dihasilkan Dalam konteks evaluasi pendidikan goal free bukan berarti evaluator buta atau tidsk msu tsu tentang tujuan program. Namun evaluator membatasi diri untuk tidak focus pada tujuan agar terhindar dari bias.
  1. Formatif – sumatif Evaluation (Michal Scriven)
Robert Stakes, mengilustrasikan perbedaan antara evaluasi formatif dan sumatif sebagai berikut, ”Ketika seorang koki mencicipi suatu masakan yang sedang dibuatnya, maka itu adalah evaluasi formatif. Tapi, ketika pelanggan mencicipi suatu masakan, maka itulah evaluasi sumatif. Kita sering mendengar istilah ”formatif”. Secara umum, kata formatif sama maknanya dengan pengembangan. Artinya, bila kita mendengar kalimat ”Anak dalam masa formatif”, mengandung makna bahwa anak tersebut sedang dalam masa pertumbuhan/perkembangan. Sehingga dengan analogi yang sama, kalimat ‘sistem pembelajaran dalam tahap formatif’ mengandung makna bahwa sistem pembelajaran tersebut sedang dalam tahap pengembangan. Dengan kata lain sistem pembelajaran tersebut sedang dikembangkan (sedang tumbuh) dan belum selesai sehingga masih memungkinkan untuk diperbaiki (direvisi).
Dalam konteks pengembangan media pembelajaran atau produk pembelajaran lain, evaluasi formatif dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengumpulan data untuk menentukan keberhasilan, atau menilai tentang kelebihan dan kelemahan suatu media pembelajaran ketika media pembelajaran tersebut masih dalam tahap pengembangan. Kekuatan dan kelemahan yang teridentifikasi melalui evaluasi formatif kemudian digunakan sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan (revisi). Tujuan evaluasi formatif adalah untuk merevisi media pembelajaran yang sedang dikembangkan dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber dengan menggunakan berbagai metode dan alat pengumpulan data tertentu.
Evaluasi formatif terdiri dari beragam bentuk. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s