PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA


Menurut saya pendidikan di indonesia kurang bagus karena di indonesia mutu pendidikannya kurang memadai. Di dalam suatu pendidikan seharusnya di bentuk tim penyusun kurikulum di setiap sekolah-sekolah maka sekolah di indonesia tidak akan kalah dengan sekolah di luar negeri. 
Apabila suatu sekolah sudah terkonsep dengan bagus atau baik maka sekolah itu akan maju atau banyak yangberminat untk seklah disitu dan lebih bagusnya apabila ada penerimaan siswa perlu di adakan tes untuk mengukur kepandaian seorang siswa atau apabila tidak di adakan tes atau hanya mengandalkan danem itu tidak bagus karena danem itu kurang menjamin bagi saya, siapa tau danem yang di perolenya tidak murni alias hasil contekan dan kasihan siswa yang memiliki prestasi cemerlang tidak di terima di sekolah favoritnya, karena kebanyakan siswa yang pandai nilai danemnya jelek dibandingkan siswa yang bodoh danemnya lebih bagus. Dalam hal ini pemerintah seharusnya menghimbau ke semua sekolah yang ada di indonesia untuk melakukan tes di setiap ajaran baru atau penerimaan siswa baru, tes itu bisa juga di lakukan di sekolah swasta karena biasanya swasta jaran melakukan tes saat penerimaan siswa baru. 
Adapun pengertian konseptual itu sendiri yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi pola atau hubungan yang tidak nampak dengan jelas, didalamnya menyimpulkan informasi yang beragam dan tidak lengkap menjadi sesuatu yang jelas, mengidentifikasi kunci atau dasar permasalahanya di dalam situasi yang kompleks dan menciptakan konsep-konsep terbaru.

Adapun aturan-aturan dasarnya yaitu menggunakan aturan dasar, pleks yaitu membuat situasi ataau ide yang kompleks menjadi jelas, sederhana, dan mudah dimengerti dengan menyusun suatu penjelasan yang berarti, menyampaikan observasi, atau pengetahuan yang ada dengan cara yang lebih sederhana dan memadukan ide-ide dan inforrnasi dan membuat gambaran yang lebih besar menjadi lengkap dan jelas.
Pemerintah juga perlu menciptakan konsep baru di setiap sekolah, dengan terciptanya konsep baru maka sekolah-sekolah di indonesia akan maju dan tidak perlu sekolah di luar negeri. Untuk  membuat konsep baru(yang tidak tampak jelas bagi orang lain dan tidak dipelajari dari pendidikan atau pengalaman sebelumnya) untuk menjelaskan situasi atau memecahkan masalah dan melihat sesuatu dengan cara yang sangat baru. 
Kita lihat saja pengertian dari pendidikan, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dimana di dalam suatu pendidikan perlu ada sumber daya pendidikan maksudnya segala sesuatu yang di pergunakan dalam penyelenggaraan pendidika yang meliputi tenaga kependidikan, masyarakat, dana, sarana dan prasarana. Apabila sumber daya pendidikan telah terpenuhi maka sekolah perlu mendaftarkan sekolahnya ke standar nasional maksudnya kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum negara kesatuan republik indonesia.
Suatu pendidikan tentu ada penyalenggaraan dan pengembangan ilmu pendidikan yang memiliki otonomi untuk mengelolah lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan. Coba kita lihat pendidikan anak  usia dini, pendidikan ini di selenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar yang meliputi jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal akan membentuk taman kanak-kanak atau nemtuk lain yang sederajat, jika pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal akan membentuk kelompok bermain, taman penitipan anak, atau membentuk lain yang sederajat, sedangkan pendidikan anak usia dini yang pada jalur pendidikan informal akan membentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang di selenggarakan oleh lingkungan. 
Di suatu pendidikan pemerintah juga memberikan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus. Dimana pendidikan khusus itu mempunyai arti yaitumerupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembalajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewah sedangkan pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat terpencil, mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dalam segi ekonomi. Dengan adanya layanan khusus masyarakat akan senang karena anak-anaknya bisa sekolah dan akan jarang di temui anak-anak yang berkeliaran di sepanjang jalan untuk ngamen atau ngemis. Kebanyakan anak-anak yang tidak melanjutkan pendidiknnya karena faktor ekonomi, karena faktor ekonomi anak-anak tidak bisa mencapai cita-citanya.  Kita lihat saja pasal 34  yaitu wajib belajar maksudnya setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar, pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya dan wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang di selenggarakan oleh lembaga pendidikan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. 
Selain wajib belajar yang perlu di perhatikan juga adalah sarana dan prasarana yang dimana setiap satuan pendidikan formal dan informalmenyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kewajiban peserta didik yang telah di atur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. 
Selain itu yang perlu di perhatikan lagi yaitu pengelolaan pendidikan yang merupakan tanggung jawab menteri dan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional, pemerintah daerah juga menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu-satuan pendidikan untuk di kembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional, pemerintah daerah provinsi melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan, pengembangan tenaga kependidikan, dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Setelah pengelolaan pendidikan berlangsung maka membentuk dewan pendidikan dan komite sekolah yang masyarakatnya berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah, dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri yang di bentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional yang tudak mempumyai hubungan hirarkis. Sedangkan komite sekolah sebagai lembaga mandiri yang di bentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungn tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
Di dalam pendidikan pasti ada pendirian satuan pendidikan maksudnya setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin pemerintah atau pemerintah daerah, syarat-syarat untuk memperoleh izin meliputi isi pendidikan, jumlah dan kualifikasi pendidikan dan tenaga pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan, pembiayaan pendidikan, sistem evaluasi, dan sertifikasi, serta menajemen dan proses pendidikan, apabila sewaktu-waktu pemerintah atau pemerintah daerah memberi izin lalu mencabut izin pendirian satuan pendidikan itu karena semata-mata peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Disini pemerintah juga menentukan standar isinya maksudnya standar isi ini mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan yang sebagaimana di maksud memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan dan kalender pendidikan. 
Kerangka dasar dan struktur kurikulum merupakan jenis pendidikan umum dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang di antaranya yaitu kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan kelompok mata pelajaran olahraga, setiap kelompok mata pelajaran di laksanakan secara holistik sehingga pembelajaran dan penghayatan peserta didik dan semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam membentuk kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah.
Kurikulum yang berbentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis, kecakapan berhitung, serta kemampuan untuk berkomunikasi. Dalam muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan di tuangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan semester sesuai dengan standar nasional pendidikan, beban belajar, atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu, setiap semester dengan sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing.
Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan sekurang-kurangnay meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester, proses pembelajaran pada satuan pendidika di selenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenagkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik, setiap satuan pendidikan, proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Pelaksanaan proses pembelajaran harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal peserta didik, rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik, dan rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan dengan mengembangkan budaya membaca dan menulis. Standart kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar tujuannya untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut, standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Pendidikan harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan pada TK sekurang-kurangnya terdiri atas guru kelas yang penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan yang diinginkan. Selain itu juga setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan, dan juga setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang kantin, tempat olahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi dan ruang lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Wajib belajar berfungsi sebagai mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi setiap warga Negara Indonesia. Wajib belajar bertujuan memberikan pendidikan minimal bagi warga Negara Indonesia untuk dapat mengembangkan potensi dirinya agar dapat hidup mandiri didalam masyarakat atau melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Program wajib belajar diselenggarakan untuk memberikan pelayanan pendidikan dasar seluas-luasnya kepada warga Negara Indonesia tanpa membedakan latar belakang agama, suku, social, budaya dan ekonomi. Setiap warga Negara Indonesia wajib belajar, berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu dan orang tua atau walinya berkewajiban member kesempatan kepada anaknya untuk mendapatkan pendidikan dasar dan program wajib belajar yang diselenggarakan pada satuan pendidikan dasar pada jalur pendidikan formal, non formal, dan informal dan harus dapat menampung anak yang normal maupun yang berkelainan dan mempunyai hambatan fisik. Peraturan tentang program wajib belajar mencakup hak dan kewajiban warga Negara Indonesia, tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah, dan penyelenggaraan program wajib belajar pendidikan dasar perlu dievaluasi pencapaiannya minimal setiap 3 tahun sebagai bentuk dari akuntabilitas publik, masyarakat berhak mendapatkan data dan informasi tentang hasil evaluasi penyelenggaraan program wajib belajar.
Implementasi bias diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan, yang suatu aktifitasnya digunakan untuk mentransfer idea atau gagasan, program atau harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk kurikulum desain agar dilaksanakan sesuai dengan desain tersebut. Maksudnya perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara di indonesia tidak lepas pengaruh perubahan global, perkembangan iptek, serta seni dan budaya, di dalam perkembangan dan perubahannya secara terus menerus akan menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional termaksud penyempurnaan kurikulum dan untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Kebijakan implementasi kurikulum berbasis kompetensi ini yaitu dari perspektif sosiolgis berperan untuk sistem sosial yang sudah ada atau berperan untuk melakuka perubahan sistem sosial sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kerangka dasar kurikulum berbasis kompetensi merupakan suatu format yang menetapan penyusunan silabus di lakukan pada tingkat sekolah atau daerah, kompetensi ini dapat berupa pernyataan dan tentang apa yang dapat di lakukan siswa secra terus menerus. 
Implementasi kurikulum berbasis kompetensi di indonesia bukanlah sesuatu yang baru lagi, tetapi di indonesia sudah merupakan hal baru lagi karena sebelum lahir KBK 2004 Indonesia masih menggunakan KBK 1994. Dengan lahirnya KBK 2004, instrumen untuk membekali peserta didik berupa kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zamannya agar peserta didik di indonesia tidak kalah dengan peserta didik yang di luar negeri. 
KBK itu merupakan asumsi yang sangat penting dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran serta pengembangan jalinan kerjasama antara sekolah-sekolah. Dalam sistem KBK ini peserta didik di targetkan untuk mencapai nilai maksial yang telah di tentukan oleh setiap guru bidang studi apabila peserta didik tidak di target maka peserta didik akan malas untuk belajar dan itu akan menambah kebodohan di negara kita yaitu indonesia.  Tapi pada saat ini sistem KBK sudah tidak di pakai lagi,karena sekaang telah memakai sistem KTSP yang juga menargetkan peserta ddiknya untuk lebih giat dalam belajar, lagi pula sistem KTSP ini guru jarang menerangkan di depan kelas tapi siswa yang harus aktif dala pembelajaran sistem KTSP.
Pada umumnya sistem pembelajaran di indonesia akan mengalami perubahan setelah beberapa tahun karena sistem itu tidak akan selamanya di pakai terus, dengan adanya perubahan itu maka setiap tahun nilai juga akan mengalami perubahan. 
Dari tahun ketahun peserta didik akan mengalami kemajuan karena nilai akan semakin tinggi dan peserta didik harus rajin-rajin belajar, tapi guru tidak boleh menekan peserta didiknya untuk belajar setiap hari. Selain itu juga pemerintah harus melakukan pemerataan pendidikan, maksudnya kebanyakan masyarakat miskin tidak melanjutkan sekolahnya karena faktor ekonomi, maka dari itu di bidang pendidian di harapkan dapat meningkatkan partisipasi pemerintah daerah beserta masyarakat untuk berperan serta dalam pendidikan, dalam peran serta masyarakat pemerataan pendidikan ini akan segera tercapai karena pemerintah daerah telah mendata masyarakat yang kurang mampu untuk dapat melanjutkan pendidikan atau sekolah. 
Pelaksanaan pendidikan itu di pengaruhi olehobjek yang ada di sekitarnya bukan berdiri sendiri tapi ada yang memimpinnya untuk membangun pendidikan itu. Pendidikan itub bukan hanya sekedar beraktifitas tapi juga memiliki kegiatan yang terencana dan di lakukan secara bersungguh-sungguh tanpa ada keluhan untuk mencapai suatu tujuan itu.
Dalam pendidikan ini program atau seperangkat kegiatan baru akan mendapatkan harapan dari sejumlah pihak untuk melakukan perubahan ke arah masa depan yang lebih baik, oleh karena itu pendidikan perlu perubahan supaya peserta didiknya tidak bosan dalam menerima pembelajaran. 
Dalam hal ini pemerintah juga perlu menyebarkan kurikulum desain maksudnya proses pembelajaran harus ada kaitannya dengan penjelasan tujuan pembelajaran itu, setelah penyebaran kurikulum desain di lakukan maka pemerintah harus melakukan penyempurnaan pendidikan maksudnya proses ini akan lebih menekankan pada interaksi guru dan pengembangannya, setelah itu pengembangan akan melakukan atau mengecek pada program yang telah di rencanakan dan memasukkan isi  atau bahan materi baru kedalam program yang sudah di buat setelah melakukan uji coba di lapangan dan juga pengalaman-pengalaman guru.
Hal ini biasanya pengembangan selalu mengadakan diskusi-diskusi dengan guru-guru lain supaya mendapatkan masukan atau ide baru dalam pembelajarannya. Proses ini akan d anggap sesuai apabilaproses penyempurnannya di pandang sudah lengkap.
Dimana program kurikulum ini akan mengikuti perkembangan zaman yang dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan, dengan hal itu para guru akan mengambil atau mengadopsi program-program yang sudah atau telah di rencanakan dan sudah terorganisasi kedalam bentuk kurikulum desain.
 Setelah pemerintah memberikan penyempurnaan dan pengembangan maka sekarang giliran guru untuk bertanggung jawab maksudnya guru mempunyai kekusaan untuk membentuk dan membangun kepribadian peserta didik menjadi seorang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Selain itu juga guru mempunyai tugas yang berkaitan dengan dinas maupun di luar dinas dalam bentuk pengabdian guru, yang dimana tugas guru itu tidak hanya sebagai profesi tetapi juga sebagai suatu tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan.
Tugas guru sebagai profesi itu maksudnya mengembangkan profesionalitas diri yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang mendidik, mengajar, dan melatih peserta didik, jadi tugas guru sebagai pendidik itu ialah meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada peserta didik selain itu juga guru bertugas mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik,guru juga mempunyai tugas sebagai pelatih berarti mengembangkan keterampilan dan menerapkannya ke dalam bentuk kehidupan demi masa depan peserta didik dan juga salah satu segi dari tugas guru yaitu tugas kemnusiaan yang tidak bisa diabaikan karena guru harus terlibat dalam kehidupan di masyarakat dengan interksi sosial, guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusian kepada peserta dididk dengan begitu peserta didik akan mempunyai sifat kesetiakawanan.
Selain itu juga guru harus dapat menempatkan diri sebagai orang tua kedua bagi peserta didik dengan mengemban tugas yang di percayakan oleh orang tua kandung perserta didik dalam jangka waktu tertentu.
 Coba kita lihat sebenarnya tugas guru tidak hanya sebatas dinding sekolah tetapi juga sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat, sehingga masyarakat mendudukkan     guru pada tempat yang terhormat dalam kehidupan masyarakat yakni di depan memberi suri tauladan, di tengah-tengah membangun dan di belakang memberikan orongan dan motivasi. 
Kedudukan guru yang demikian merupakan penghargaan masyarakat kecil artinya bagi para guru sekaligus merupakan tantangan yang senantiasa terpuji dan teruji dari setiap guru bukan saja di depan kelas, tidak saja di batas-batas pagar sekolah tetapi juga di tengah-tengah masyarakat.
Dengan demikian tugas guru tidak ringan, profesi guru harus berdasarkan panggilan jiwa sehingga dapat menunaikan tugas dengan baik dan jelas. 
Oleh karena itu kita harus bisa membawa pendidikan indonesia ke arah yang lebih baik lagi dan tanpa adanya kecurangan di dalam pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s