ujian tengah semester… :)


1.      Setiap UU RI tentang system pendidikan nasional selalu terdapat rumusan tujuan pendidikan nasional :
a.       Tuliskanlah masing-masing rumusan tujuan pendiddikan nasional yang terdapat pada UU RI No.2 Th. 1989 dan yang terdapat pada UU RI No.20 Th. 2003!
b.      Identifikasilah letak perbedaan antar rumusan tujuan pendidikan tersebut dan rumusan yang mana yang lebih baik menurut anda!
c.       Sebutkan dan beri penjelasan singkat hirarki tujuan pendidikan di Indonesia!
2.      Berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah disusun dalam RPP, pengembang pembelajaran (dosen/guru/instruktur) dapat menyusun soal (alat ukur) yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan pebelajar (peserta didik) dalam menguasai perilaku-perilaku yang ditetapkan dalam tujuan pembelanjaran :
a.       Sebutkan sumber penyusunan (perumusan) tujuan pembelajaran!
b.      Apakah yang dimaksud dengan keberhasilan dalam proses pembelajaran!
c.       Apakah tolok ukur keberhasilan dalam proses pembelajaran tersebut?
d.      Apakah yang menjadi indicator keberhasilan dalam proses pembelajaran tersebut?
3.      Pengembangan pembelajaran menyusun soal setelah proses pembelajaran berakhir. Proses penyusunannya dalam waktu yang singkat berdasarkan isi/bahan pembelajaran yang telah diajarkan dan masih segar dalam ingatannya :
a.       Sependapatkah anda dengan pernyataan tersebut di atas?
b.      Jelaskan alasan rasional anda!
4.      Tujuan pembelajaran yang ditulis dalam RPP agar dapat diukur keberhasilannya, maka tujuan pembelajaran tersebut harus dirumuskan menurut kaidah perumusannya :
a.       Sebutkan kaidah-kaidah perumusan tujuan pembelajaran tersebut!
b.      Tujuan pembelajaran dianggap sempurna jika mengandung 4 komponen, yaitu : A (audience), B (behavior), C (condition), D (degree). Jelaskan masing-masing komponen tersebut secara singkat!
JAWABAN
1)      (A). UU RI No.2 Th. 1989 tentang system pendidikan nasional, bab II pasal 4 dikemukakan: “pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu, manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri  serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.
UU RI No.20 Th. 2003 tentang system pendidikan nasional, bab II “pasal 3 dikemukakan” pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjaga warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Didalam UU RI No.2 Th. 1989 tentang system pendidikan nasional, disebutkan tujuan masing-masing lembaga pendidikan seperti:
a.         Pendidikan dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang di perlukan untuk hidup di masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah (pasal 13).
b.         Pendidikan menengah diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan mengadakan hubungan timbale balik dengan lingkungan social, budaya, dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalan dunia kerja atau pendidikan tinggi, pendidikan menengah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan (pasal 15).
c.         Pendidikan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atai professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau kesenian. Satuan pendidikan yang yang menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berbentuk akademik, politeknik, sekolah tinggi, institute atau universitas (pasal 16).
(B). Tujuan pendidikan nasional menurut UU No.2 Th. 1989 ada beberapa perbedaan denga tujuan pendidikan nasional menurut UU No.20 Th. 2003 diantaranya:
1.         UU No.2 Th. 1989 mencerdaskan kehidupan bangsa UU No.20 Th. 2003 untuk berkembangnya potensi peserta didik.
2.         UU  No.2 Th. 1989 punya rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan UU No. 20 Th. 2003 menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
       Pada UU No. 2 Th. 1989 tidak disebutkan bahwa satuan pendidikan juga termasuk layanan pendidikan pada jalur formal, non formal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.
v  Pendidikan formal: jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan perguruan tinggi (UU No. 20 Th. 2003).
v  Pendidikan non formal: jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang (UU No.20 Th. 2003).
v  Pendidikan informal: jalur pendidikan keluarga dan lingkungan (UU No.20 Th. 20030.
(C). Tujuan pendidikan nasional dapat dirumuskan dalam dokumen resmi Negara dalam hal ini GBHN dan UU pendidikan nasional yang bersifat filosofi dan politis dan dapat berlaku dalam mencakup system pendidikan secara keseluruhan dan hal itu bersifat umum.
Tujuan institusional atau kelembagaan yang dapat dirumuskan dalam UU pendidikan dan peraturan pemerintah yang termasuk kebijaksanaan menteri pendidikan nasional yang bersifat kelembagaan TK, SD, SLPT, SMA, Perguruan tinggi, kursus-kursus dan sebagainya. Dalam hal ini berlaku untuk masing-masing jenjang pendidikan, yag rumusannya dikhususkan pada sasaran pendidikan lembaga masing-masing.
Tujuan kurikuler dirumuskan dalam buku kurikulum dalam masing-masing mata pelajaran yang terbatas untuk mata pelajaran pada jenjang pendidikan tertentu misalnya IPS SD, Matematika SLTP, Biologi SMA yang berlaku pada jenjang pendidikan tertentu yang tertuju pada hasil belajar.
Tujuan institusional atau kelembagaan pendidikan mencerminkan perilaku umum hasil belajar pokok bahasa tertentu pada jenjang pendidikan tertentu secara individual atau klasikal menurut kajian pengembangan kurikulum.
Tujuan instruksional khusus mencerminkan perilaku spesifik yang segera dapat dipertunjukkan pada akhir proses belajar yang bersifat individual atas dasar pertimbangan guru.
2) (A). 1. Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenaan dengan mata ajaran
tertentu. Bahan-bahan tersebut dapat berupa sumber pokok dan/atau sumber pelengkap. Pemilihan buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan pilihan guu berdasarkan pertimbangan tertentu. Buku-buku tersebut mungkin telah tersedia di perpustakaan  sekolah atau harus dibeli di pasaran buku.
2. Pribadi guru sendiri pada dasarnya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas, yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. Itu sebabnya, guru-guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya  dan memperluas sertat mendalami ilmu pengetahuan, sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdayaguna bagi kepentingan proses belajar siswa.
3. Sumber masyarakat, juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa. Hal-hal yang tidak tertulisdalam buku dan belum terkuasai oleh guru, ternyata ada dalam masyarat berupa objek, kejadian dan peninggalan sejarah. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. Untuk itu, guru perlu menyiapkan program pembelajaran dalam upaya memenfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan belajar bagi siswanya.
(B) Keberhasilan dalam proses pembelajaran Pengadaan alat-alat bantu belajar yang diberikan oleh guru, siswa sendiri dan bantuan orang tua. Namun, harus dipertimbangkan kesesuaian alat bantu belajar itu dengan tujuan belajar, kemampuan siswa sendiri, bahan yang dipelajari, dan ketersediaan di sekolah. Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk kegiatan belajar itu sendiri, dan ternyata tidak banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar siswa, jadi Prosedur yang dapat ditempuh adalah:
1). Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran.
2). Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantuan yang diperlukannya, berdasarkan petunjuk dan bantuan guru.
3). Membeli di pasaran bebas seandainya alat-alat yang diperlukan itu ada di pasaran dan cocok untuk kegiatan belajar yang akan dilakukan.
(C). Tolok ukur keberhasilan dalam proses pembelajaran yaitu suatu pembelajaran yang efektif, maka diperhatikan beberapa aspek, di antaranya: (1) guru harus membuat persiapan mengajar yang sistematis, (2) proses belajar mengajar harus berkualitas tinggi yang ditunjukkan dengan adanya penyampaian materi oleh guru secara sistematis dan menggunakan berbagai variasi di dalam penyampaian, baik itu media, metode, suara, maupun gerak, (3) waktu selama proses belajar mengajar berlangsung digunakan secara efektif, (4) motivasi mengajar guru dan motivasi belajar guru cukup tinggi, dan (5) hubungan interaktif antara guru dan siswa dalam kelas bagus sehingga setiap terjadi kesulitan belajar dapat segera diatasi. Sedemikian rupa lima aspek itu dilaksanakan, sehingga akan terwujud sebuah pembelajaran yang efektif.
(D). Indikator keberhasilan dalam proses pembelajaran merupakan bagian dari system instruksional secara keseluruhan. ada beberapa indicator yang patut di perhatikan dalam pembelajaran.
ü  Mahasiswa harus mampu memahami materi yang diberikan oleh dosen
ü  Mahasiswa mampu menjelaskan materi yang telah diberikan dosen saat disuruh menjelaskan lagi
ü  Mahasiswa harus dapat memecahkan masalah diskusi bersama kelompoknya
ü  Mahasiswa harus mampu menjawab pertanyaan atau soal yang di ujikan
ü  Mahasiswa boleh berpendapat, bertanya, dan menyangga saat diskusi kelompok di mulai
3) (A) saya sependapat dengan pernyataan pengembangan pembelajaran yang menyusun soal setelah proses pembelajaran berakhir.
 (B)  karena soal itu perlu diberikan setelah proses pembelajaran selesai agar siswa dapat menjawab soal tersebut dengan baik dan benar jika soal itu diberikan sebelum proses belajar dimulai maka siswa tidak akan bisa menjawab soal tersebut dan ini akan membuat kesulitan dalam proses belajar siswa sehingga siswa tidak dapat mengembangkan ide berfikirnya karena terhambat oleh pelajaran yang belum diberikan.
4) (A) kaidah-kaidah perumusan pembelajaran merupakan petunjuk atau pedoman yang memiliki mutu yang baik. Kaidah-kaidah yang dimaksud adalah;
v  Materi
ü  Harus sesuai dengan indicator
ü  Harus ada pembahasan yang jelas dengan materi yang di berikan
ü  Dapat dipahami dan mudah di mengerti oleh siswa
v  Konstruksi
ü  Menerangkan secara jelas dan tegas
ü  Memberikan pertanyaan
ü  Memberika hukuman pada siswa yang tidak bisa menjawab
v  Bahasa
ü  Dalam menjelaskan harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
ü  Menggunakan bahasa yang komunikatif
ü  Tidak menggunakan bahasa yang yang berlaku di lingkingannya.
(B) Audience : peserta didik harus mendengarkan keterangan atau penjelasan dari pengajar pada saat diterangkan, peserta didik tidak boleh berbicara sendiri atau ramai saat diterangkan, dan peserta didik harus bisa menerima materi yang telah dijelaskan.
Behavior : pengajar harus mengamati hasil belajar para peserta didiknya dalam proses belajar mengajar agar dalam proses belajar peserta didiknya tidak mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran.
       Condition  : agar proses pembelajaran dapat tercapai dengan baik maka dalam proses pembelajarannya harus ditata dengan sebaik-baiknya agar peserta didik tidak bosan dengan model pembelajaran yang diberikan.
Degree : peserta didik harus dapat menjawab pertanyaan dari pengajar sehingga penampilannya akan kelihatan ditampilkan di depan kelas. Pengajar harus mengontrol peserta didiknya apakah keterangan yang diterangkan bisa diterima dengan baik apa tidak, cara mengujinya dengan bentuk member pertanyaan atau ujian lisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s