Apa Pun Kondisinya, Rehabilitasi Sekolah Harus Selesai!


Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengatakan, kementerian menyelesaikan rehabilitasi sekolah rusak yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2011. Meskipun, hingga saat ini, Kementerian Keuangan belum memutuskan apakah sisa APBN-P tersebut harus dikembalikan ke kas negara atau tidak.
Ia mengungkapkan, apa pun keputusan Kemkeu, Kemdikbud tidak akan menghentikan proses rehabilitasi sekolah yang masih berjalan.

Enggak mungkin dihentikan. Wong sudah berbentuk bahan bangunan. Menurut kami, nampaknya akan selesai total pada akhir Februari 2012, kata Suyanto, Selasa (3/1/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.
Suyanto menjelaskan, Kemdikbud telah menyampaikan surat kepada Kemkeu. Akan tetapi, hingga saat ini, Kemkeu belum memberikan respons atas surat tersebut. Sementara itu, kata dia, proses rehabilitasi di lapangan masih terus berlanjut. Suyanto mengatakan, di beberapa daerah, proses rehabilitasi berjalan cukup baik.
Belum ada keputusan dari Kemkeu. Pokoknya kita tidak mungkin meminta sekolah untuk mengembalikan anggaran. Logikanya juga gimana, anggaran turun Oktober kok disuruh selesai Desember, ungkapnya.
Ia memaparkan, Kemdikbud akan menyelesaikan pembangunan 8000 unit ruang kelas baru melalui dana dari APBN-P 2011. Saat ini, proses rehabilitasi masih berjalan bertahap. Ada yang telah selesai 100 persen, 80 persen, dan 50 persen.
Selanjutnya, kloter kedua dari APBN 2012 akan kami rehab sekitar 143 ribu ruang kelas. Ini hanya masalah waktu, ujarnya.
Seperti diberitakan, beberapa bulan lalu Kemdikbud mendapatkan APBN-P sebesar Rp 11,76. APBN-P 2011 diarahkan untuk menambah jumlah beasiswa bagi 2,93 juta siswa dengan anggaran sebesar Rp 946,5 miliar, dan menambah 6000 ruang kelas baru (RKB) dengan anggaran sebesar Rp 1,77 triliun.
APBN-P 2011 juga ditujukan untuk mencapai sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 dan RKP tahun 2011 sekaligus melaksanakan arahan presiden untuk merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti, pemberian beasiswa dan peningkatan daya tampung, pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM), gerakan nasional PAUD, intervensi peningkatan mutu hasil proses belajar mengajar, peningkatan daya tampung dan daya saing pendidikan tinggi.
Selain itu, APBN-P 2011 juga ditujukan untuk percontohan percepatan pembangunan pendidikan di daerah tertinggal, mendorong percepatan pembangunan pendidikan di daerah nelayan miskin (Klaster 4), melanjutkan rekonstruksi sarana pendidikan di daerah bencana yang belum tuntas…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s