Cara mengaktifkan forum diskusi dalam pembelajaran online


Tips 1: Jadikan Aktifitas Diskusi Online sebagai bagian dari Penilaian
Sebenarnya ada satu teori yang mengatakan bahwa, setiap orang cenderung mau mempelajari sesuatu kalau sesuatu yang dipalajri tersebut akan diujikan dan dijadikan sebagai bagian dari proses penilaian. Oleh karena itu, tips yang bisa kita lakukan adalah, jadikan aktifitas diskusi online sebagai bagian dari proses penilaian. Sebagai contoh, dalam perkuliahan yang saya ampu, terkait dengan diskusi online, kualitas argumentasi diskusi yang diberikan mahasiswa sya jadikan sebagai salah satu aspek penilaian. Dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
Skor 1: jika mahasiswa memberikan komentar biasa tanpa dukungan argumen yang logis

Skor 2: jika mahasiswa memberikan komentar dengan dukungan argumen yang logis
Skor 3: jika mahasiswa memberikan komentar dengan dukungan argumen yang logis ditunjang dengan satu atau lebih acuan teori
Skor 4: jika mahasiswa memberikan komentar dengan dukungan argumen yang logis diserta satu atau lebih acuan teori dan memberikan alternatif solusi baru atau terobosan baru yang inovatif dan kreatif

Tips 2: Informasikan Kriteria Penilaian kepada Mahasiswa
Tips berikutnya adalah, jangan lupa untuk menyampaikan kriteria penilaian seperti tersebut di atas kepada mahasiswa. Supaya mereka bisa mempertimbangkan dan memikirkan argaumen besert acuan teori pendukung dan alternatif solusi sebelum berdiskusi. Jika tidak diinformasikan, yakinlah mereka tak akan termotivasi.

Tips 3: Berikan umpan balik sesegera mungkin satu persatu terhadap argumen yang mereka berikan. Hasil penelitian saya terhadap praktek yang saya lakukan sendiri menujukkan bahwa ketika lebih dari satu minggu sejak mereka posting argumentas dalam diskusi tidak diberikan umpan balik, maka motivasi mereka menjadi turun. Oleh karena itu, umpan balik yang sifatnya korektif sebaiknya diberikan sesegera mungkin.

Tips 4: Informasikan Progress Perolehan Nilai secara Berkala
Untuk lebih memotivasi mereka, ketika dalam perkuliahan tatap muka, sampaikan progress perolehan nilai mereka. Berikan reward, apakah dengan tepuk tangan atau apapun bagi mereka yang telah mendapatkan skor cukup baik.

Tips 5: Berikan Permasalahan Diskusi yang Argumentable, Menantang dan Kontekstual
Untuk mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi dan memperdalam konsep yang relevan dengan konteks. Sebagai contoh:

Coba Anda kaji dari perspektif tipe belajar dalam organisasi belajar terhadap kasus berikut: “Dulu, pada tahun 2000an terindikasi gencarnya masuk produk motor cina ke Indonesia. Porduk tersebut relatif lebih murah dibandingkan dengan produk kendaraan bermotor jepang. Pada saat itu, untuk memperoleh kredit kendaraan motor, masyarakat memerlukan minimal uang muka sebesar Rp. 5000.000,-. Melihat kecenderungan keberadaan motor cina tersebut, pihak marketing kendaraan motor jepang melakukan perubahan strategi dengan mempermudah perolehan kredit kendaraan bermotor. Dengan uang Rp. 300.000,- masyarakat sudah dapat memperoleh kredit motor. Pada akhirnya, produk kendaraan motor cina secara perlahan menghilang alias tidak laku.” Menurut Anda termasuk kedalam tipe belajar apa langkah yang dilakukan pihak pemasaran motor jepang? Berikan alasannya. Untuk mengkaji dan menganalisis kasus ini, agar Anda melihat kembali literatur buku karya Marquardt, “Building Learning Organization” Bab 2.

Tips ini, dapat kita terapkan juga untuk pemberian tugas atau assignment. SELAMAT MENCOBA dan SELAMAT BERDJOEANG!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s